Taman Barat (Nishi Shin’en)
Periode Meiji
Artikel ini dapat dibaca dalam 2 menit.

Taman yang terbentang
dalam palet warna awal musim panas
Taman Barat terinspirasi oleh Buddhisme Zen, yang berkembang pada periode Kamakura (1185–1333) dan memengaruhi banyak aspek budaya Jepang, mulai dari upacara minum teh hingga lanskap. Bagian tengah taman terdapat kolam, Byakko-ike, Kolam Harimau Putih, yang dikelilingi jalan setapak dengan deretan semak azalea. Harimau Putih melambangkan pelindung arah mata angin barat. Ini adalah taman tenang yang dikelilingi pepohonan, dengan tempat alami untuk berhenti sejenak dan merenung, yang kerap ditandai dengan penempatan batu yang sangat cermat.




Batu-batu datar di sisi jalan setapak seolah mengundang pengunjung beristirahat sejenak, dan area terbuka dengan bebatuan datar yang menciptakan jalan mengarah ke tepi air. Batu-batu dan bebatuan ini ditata dengan sangat presisi untuk mengundang pengunjung secara tidak langsung agar dapat menikmati aspek atau pemandangan tertentu dari taman: pohon pinus dan pantulan cabangnya di permukaan air, atau tiga batu tegak di semak belukar di seberang kolam, yang melambangkan Buddha dan dua Bodhisattva.



Bunga iris yang ditanam di sekitar ujung tepi kolam, dan bunga teratai di kolam mekar pada bulan Juni. Ada sekitar 200 varietas bunga iris di taman.



bunga iris hanashobu

bukit buatan
Bukit buatan yang dibuat di taman. Umumnya, ini merupakan komponen fokus dengan kombinasi kolam.
air terjun

Pulau Dejima

Kolam Harimau Putih

MOVIE
Rasakan kehadirannya
melalui video.
Video narasi yang menampilkan Taman Barat (Nishi Shin’en)
. Dapatkan gambaran yang lebih dalam tentang keindahan properti ini dengan menonton videonya.
Durasi: (Audio akan diputar)
Silakan jawab kuesioner kami.
Perkiraan waktu: 30 detik